Di dalam ilmu ukur analitik, potongan-potongan garis itu (pada materi sebelumnya di Dasar Ilmu Ukur Analitik Bidang ) menunjukan karakteristiknya bukan hanya oleh panjangnya, tapi juga oleh arahnya. Bila memperhatikan dua potong garis, maka terdapat 2 kemungkinan:
1) Kedua garis itu adalah sejajar atau berimpit;
2) Arah dari titik pusat (permulaan) dari garis itu sampai ujungny adalah sama (atau berlawanan), sehingga kedua potong garis tersebut adalah sama (berlawanan).
Untuk perpotongan garis itu diberikan tanda dengan 2 (dua) huruf, huruf pertama menunjukan tempat permulaan, dan yang kedua adalah titik akhir potongan garis itu. Dua garis AB dan BA karenanya sama panjang tetapi berbeda arah.
AB = - BA
Arah dari suatu garis kadang-kadang ditunjukan oleh sebuah anak panah yang yang dibubuhkan pada titik akhir garis itu. (Gambar 4a dan Gambar 4b).
Untuk menentukan jumlah kedua garis lurus yang sama atau berlawanan AB dan CD (Gambar 4a dan Gambar 4b), maka perlu untuk menempatkan keduanya pada sebuah garis lurus sehingga titik awal garis yang kedua (titik C) berimpit dengan titik akhir garis yang pertama (titik B). Kemudian titik awal dari garis yang pertama (titik A) dan titik akhir dari garis ke dua (titik D) berturut-turut akan menunjukan titik awal dan titik akhir dari garis tersebut, yang merupakan jumlah AB dan CD;
AB + CD = AD

No comments:
Post a Comment