14 Maret adalah hari perayaan Phi. Apa
yang anda bayangkan ketika mendengar kata PhI? Mungkin sebagian dari kita menganggap bahwa itu merupakan salah satu makanan terlezat yang menjadi favorit
sebagian orang. Lantas, apa hubungannya Phi dengan Matematika?
Untuk
tau jawabannya Simak dan baca artikel ini sampai habis yaa!!!
A. APA ITU "π" (PHI)?
Berbicara
tentang "π" (phi)
maka kita tidak terlepas dari semesta pembicaraan tentang
Lingkaran. Karena sesungguhnya
"π" (Phi) merupakan
konstanta yang diperoleh dari
perbandingan keliling lingkaran dengan
diameternya.
"π" (Phi) merupakan bilangan irasional , yaitu bilangan
yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan biasa a/b. Bilangan irasional
berupa desimal tak berulang dan tak berhingga. Menurut penelitian yang cermat
ternyata nilai
π = 3,14 1592 6535 8979324836
...
Jadi, nilai π hanyalah suatu pendekatan.
Jika dalam suatu perhitungan hanya memerlukan
ketelitian sampai dua tempat desimal, pendekatan untuk adalah 3, 14.
Coba bandingkan nilai π dengan pecahan 22/7. Bilangan pecahan 22/7 jika dinyatakan
dalam pecahan desimal adalah 3,142857143.
Jadi, bilangan 22/7 dapat dipakai sebagai pendekatan untuk nilai π.
(sumber : Buku Matematika dan
Aplikasinya kelas VIII: pusat perbukuan_2008)
B.
SEJARAH NILAI "π" (PHI)
Beberapa cerita
sejarah penemuan nilai 'pi' sudah ada sejak ribuan tahun sebelum masehi.
Sebuah tablet
Babylonia kuno yang ditemukan antara 1900 - 1680 SM menuliskan nilai pi sebagai
3,125. Beberapa bukti sejarah juga menerangkan tentang orang Babylonia yang
menghitung luas dari sebuah lingkaran dengan rumus "3 kali kuadrat dari
radiusnya".
Berbeda dengan
bangsa Mesir kuno yang menghitung luas lingkaran menggunakan rumus [(8D)/9]2,
di mana "D" adalah diameter lingkaran. Rumus ini memberikan sebuah
perkiraan bahwa nilai pi adalah 3,1605.
Seorang ahli
matematika kuno bernama Archimedes dari Syracuse yang hidup antara 287 - 212 SM
mengambil nilai phi berdasarkan luas dari poligon biasa yang berada di dalam
lingkaran dan luas dari sebuah poligon biasa tersebut dibatasi oleh lingkaran.
Kemudian mulai abad
ke-15, algoritma baru yang didasarkan pada deret tak terhingga mengubah cara
perhitungan nilai pi. Isaac Newton, Leonhard Euler, Carl Friedrich Gauss,
Srinivasa Ramanujan, Madhava dan banyak matematikawan lain menggunakan cara ini
dalam usahanya menemukan nilai pi.
Pada tahun 1706,
seorang matematikawan dari Inggris bernama William Jones memperkenalkan abjad
Yunani phi (π) untuk mewakili nilai yang dikatakan. Namun, pada tahun 1737,
Euler resmi mengadopsi simbol ini untuk mewakili bilangan.
Pada tahun 1768,
Johann Lambert membuktikan nilai Phi adalah sebuah bilangan irasional, dan pada
tahun 1882, seorang matematikawan terkenal bernama Ferdinand Lindemann
membuktikan Phi adalah bilangan yang sulit dipahami(?)
Ada juga seorang
pengusaha dari Amerika Serikat yang menerbitkan buku pada pada tahun 1931 untuk
mengumumkan bahwa nilai pi adalah 256/81. Dikatakan olehnya jika digit desimal
pi dicetak maka panjangnya akan terbentang dari kota New York City sampai ke
Kansas.
Seorang Ahli
Matematika Jerman, Ludolph van Ceulen, mendedikasikan seluruh hidupnya untuk
menghitung 35 tempat desimal pertama phi.
Lalu John Machin
memperkenalkan suatu rumus untuk menghitung nilai phi, yaitu :
π = 4 * arc tan (1
/ 5) - arc tan (1 / 239). Ia menghabiskan waktu sekitar 70 jam untuk menghitung
2.037 tempat desimal phi menggunakan ENIAC (Electronic Numeric Integrator and
Computer).
Kemudian seorang
profesor di Universitas Tokyo bernama Yasumasa Kanada menemukan 6442450000
tempat desimal Phi menggunakan komputer. Perhitungan ini membutuhkan waktu
sekitar 116 jam. Wow..
Baru pada abad
ke-20 dan ke-21, para matematikawan dan ilmuan komputer menemukan pendekatan
baru yang apabila digabungkan dengan daya komputasi komputer yang tinggi, mampu
menemukan nilai pi sampai tingkat ketelitian lebih 10 triliun (1013) digit desimal. (kurang kerjaan banget ya? :))
Karena definisi
nilai phi berhubungan dengan lingkaran, banyak rumus dalam matematika, sains,
dan teknik yang menggunakan phi. Pada saat belajar rumus-rumus trigonometri dan
geometri yang menyangkut lingkaran, elips, dan bola, disitu akan anda dapati
konstanta pi. Selain di bidang matematika konstanta pi juga ditemukan pada
rumus-rumus bidang ilmu lainnya seperti kosmologi, termodinamika, mekanika,
fraktal, dan elektromagnetisme.
(sumber :https://www.matematrick.com/2017/02/nilai-phi-dalam-matematika-sejarah-dan.html)
c.
perayaan PHI
Hari Pi telah
dirayakan dengan berbagai cara, termasuk makan pai, melempar pai dan membahas
pentingnya bilangan π. Hal ini karena
adanya permainan kata-kata berdasarkan kata-kata "pi" dan "pie" (pai) yang merupakan
homofon dalam bahasa Inggris (pronunciation: /paɪ/). Massachusetts Institute of Technology sering
mengirimkan surat aplikasi kepada calon mahasiswa untuk diterima sebagai mahasiswa
pada Hari Pi. Mulai tahun 2012, MIT telah mengumumkan bahwa pihaknya akan
memposting keputusan tersebut (pribadi) secara online di Hari Pi pada pukul
6:30 waktu setempat, yang mereka sebut "Tau Time", untuk menghormati
nomor saingan pi yaitu tau (2π) bersama-sama. Pada
tahun 2015, keputusan reguler dilakukan secara online pada pukul 9:26 pagi,
mengikuti "moment pi" hari itu.
Di Princeton, New
Jersey,
biasanya diselenggarakan berbagai acara dalam perayaan gabungan Hari Pi dan
ulang tahun Albert Einstein, yang juga 14 Maret. Einstein tinggal di Princeton selama
lebih dari dua puluh tahun saat bekerja di Institute for
Advanced Study. Selain makan pai dan lomba menghafal desimal pi, ada pula
kontes mirip Einstein tahunan.
(sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Pi#Perayaan)
D. KAITAN PHI DENGAN CINTA
Berikut postingan dari beberapa teman yang diperoleh dari laman
Facebok.
Ketut Kertayasa :
“ Setelah
diputuskan untuk mencinta, seharusnya cinta itu Nyata (Real), kadang harus
melakukan hal yang tidak masuk akal (irasional), tanpa pola (unpatterned), dan
tidak bertepi (infinite) seperti bilangan Pi.
Selamat Hari Pi (3,14...), terimakasih untuk pesan moralnya dan terimakasih banyak untuk para penemunya. _/\_”
Selamat Hari Pi (3,14...), terimakasih untuk pesan moralnya dan terimakasih banyak untuk para penemunya. _/\_”
P4TK MATEMATIKA YOGYAKARTA.
Cinta
itu seperti Pi, real, irasional dan tiada akhir"
Selamat Hari Pi 3.14 - 2018
Selamat Hari Pi 3.14 - 2018
Menurut saya sendiri:
Janji untuk tak saling
menyakiti dalam cinta kadang berkesan irasional alias tak masuk akal. Karena itu sederhanakan janjimu seperti nilai
phi. Sederhana tapi mampu tuk dibuat menjadi real (nyata). Janji untuk terus
bersama hingga waktu yang tak terbatas.
Selamat merayakan hari
pi dengan menikmati kue pie (3.14 – 2018)
semoga bermanfaat. wassalam.




No comments:
Post a Comment